SELAMAT DATANG DI WEBSITE
SMONG

"Website ini dibuat dengan tujuan untuk membuat masyarakat dapat melakukan laporan hasil peristiwa gempa yang dirasakan agar nantinya dapat menjadi data tambahan"


Apa itu Gempabumi?

Sumber: https://bpbd.ntbprov.go.id

A. Definisi

Gempabumi merupakan getaran atau getar-getar yang terjadi dipermukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

B. Jenis Gempabumi

Gempabumi disebabkan oleh berbagai faktor seperti penyebab, kedalaman, dan jenis gelombang. Berikut jenis-jenis gempa berdasarkan faktor-faktor di atas:

Berdasarkan Penyebab

Gempa Tektonik

Gempa yang disebabkan oleh aktivitas tektonik seperti pergeseran lempeng bumi. Pergeseran lempeng menyebabkan terjadinya pelepasan energi yang telah tersimpan secara tiba-tiba

Gempa Vulkanik

Gempa yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik seperti letusan gunungapi. Aktivitas gunungapi dimulai dari dapur magma hingga lava keluar ke permukaan bumi.

Gempa Tumbukan

Gempa yang terjadi akibat tumbukan meteor yang jatuh ke permukaan bumi.

Gempa runtuhan/terban

Gempa yang terjadi akibat runtuhan gua dibawah permukaan. Umumnya terjadi di daerah kapur.


Berdasarkan Kedalaman

Gempa Dalam

Gempa dalam merupakan gempabumi yang hiposentrumnya terletak dikedalaman lebih dari 300 km.

Gempa menengah

Gempa menengah merupakan gempabumi yang hiposentrumnya terletak diantara 60 km hingga 300km.

Gempa Dangkal

Gempa dangkal merupakan gempabumi yang hiposentrumnya terletak dikedalaman kurang dari 60 km.


Berdasarkan Gelombang

Gelombang Primer

Gelombang primer (Gelombang Longitudinal) adalah gelombang atau getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik.

Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder (Gelombang Transversal) adalah gelombang yang merambat dengan kecepatan 4-7 km/detik. Gelombang sekunder memiliki perbedaan dengan gelombang primer yaitu tidak dapat merambat melalui lapisan cair.

C. Penyebab Gempabumi

Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi. Pergeseran lempeng bumi dapat mengakibatkan gempa bumi karena dalam peristiwa tersebut disertai dengan pelepasan sejumlah energi yang besar. Selain pergeseran lempeng bumi, gerak lempeng bumi yang saling menjauhi satu sama lain juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan saat dua lempeng bumi bergerak saling menjauh, akan terbentuk lempeng baru di antara keduanya. Lempeng baru yang terbentuk memiliki berat jenis yang jauh lebih kecil dari berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru terbentuk tersebut akan mendapatkan tekanan yang besar dari dua lempeng lama sehingga akan bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang juga sangat besar. Terakhir adalah gerak lempeng yang saling mendekat juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pergerakan dua lempeng yang saling mendekat juga berdampak pada terbentuknya gunung. Seperti yang terjadi pada gunung Everest yang terus tumbuh tinggi akibat gerak lempeng di bawahnya yang semakin mendekat dan saling bertumpuk.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh, pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal). Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.